Manfaat Menggunakan Pembelajaran Berbasis Neurosains

Kemajuan zaman yang disertai dengan perkembangan teknologi sangat pesat akhir akhir ini tentunya perlu diikuti ketersediaan sumber daya manusia tangguh sebagai penggeraknya. Dibutuhkan orang orang dengan kemampuan terampil, berdaya kreasi tinggi, mampu berpikir kritis serta memiliki kecerdasan sosial termasuk juga mampu membangun relasi dan jaringan dengan baik. Untuk bisa menghasilkan SDM SDM tangguh seperti ini tentunya diperlukan sebuah metode pembelajaran yang tepat. Dan salah satu cara yang belakangan cukup banyak dipakai adalah dengan metode pembelajaran berbasis neurosains.

Istilah neurosains beberapa tahun belakangan ini memang cukup populer di beberapa kalangan. Penerapan neurosains juga sudah banyak dilakukan tak hanya di bidang pendidikan saja akan tetapi juga di berbagai bidang lainnya. Misalnya saja dalam bidang kesehatan, psikologi, ekonomi dan lain sebagainya. Cukup populernya istilah neurosains ini bisa kita lihat dari semakin banyaknya lembaga atau pusat kajian yang membahas mengenai peranan neurosains. Sebagai salah satu contoh adalah pusat neurosains UHAMKA.

Kembali lagi ke soal pembelajaran berbasis neuosains, Pembelajaran berbasis neurosains adalah sebuah metode pembelajaran yang memberdayakan kemampuan otak sesuai dengan tahap perkembangannya sehingga pembelajaran bisa dilakukan dengan lebih optimal. Pembelajaran berbasis neurosains umumnya dilakukan dengan menggunakan berbagai macam metode pendekatan pedagogi serta pengaplikasian teknologi yang sesuai.

Dalam proses pembelajaran berbasis neurosains mensyaratkan adanya aktivitas dari kedua belah pihak baik itu guru ataupun siswa yang dididiknya. Dengan kata lain pada pembelajaran dengan metode ini tak ada lagi proses belajar pasif yang hanya melibatkan guru saja sementara siswa hanya mendengarkan saja. Adanya proses pembelajaran secara aktif dimana kedua belah pihak terlibat langsung tentunya akan menjadikan output siswa yang cukup mampu berpikir kritis, kreatif serta mempunyai kemampuan komunikasi yang baik.

Pada  pembelajaran berbasis neurosains ini, peserta didik juga diberikan stimulus stimulus yang mampu lebih mengoptimalkan kemampuan  sistem sarafnya. Adanya stimulus ini akan menjadikan otak lebih optimal  dalam berbagai hal baik untuk memecahkan masalah maupun menemukan gagasan baru, kebaruan ide, kreativitas, dan inovasi dalam proses pembelajaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s